Jumat, 04 November 2011

Mengenal ban Tubeless



Butuh pentil khusus buat tubeless
Ban tipe tubeless alias ban yang tak lagi aplikasi ban dalam atawa tube, punya kelebihan. Salah satunya, lebih tahan terhadap benda tajam. Misalnya, dari paku yang jadi musuh pengendara di jalan. Setidaknya, ban udara di dalam ban tidak cepat keluar.

“Ban tubeless memiliki tambahan innerlinner di bagian dalamnya. Lapisan ini yang menjaga agar angin tidak cepat keluar saat kena paku,” ungkap Riza, Marketing Division PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI), produsen ban FDR.

Pori-pori kecil yang tercipta akibat tusukan paku, akan sedikit ditutup sekelilingnya oleh lapisan tambahan. Maka itu, jangan heran jika ban tipe tubeless dijual lebih mahal. Kan butuh proses dan bahan tambahan dalam pengerjaannya.

Ada tambahan innerlinner yang tak dimiliki tipe ban tube
Oh ya! Jangan lupa ganti pentil tipe tubless ya. Harganya sekitar Rp 10–15 ribuan. Pentil ini, dipasang di pelek. Jadi, tak ikut meski ban dilepas. Pabrikan motor pun sudah ada yang aplikasi tipe ban tubeless buat pacuannya.



Salam OneHeart...

Rabu, 02 November 2011

First Ride Kawasaki ER-6N dan Ninja 650R, Ini Dia Moge Jepang Murah!

Kawasaki ER-6N, cocok buat daily riding
PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) ingin terus membidik pasar berbeda dibanding pabrikan motor Jepang lainnya di Tanah Air. Sebab hari ini (25/11), KMI bakal kembali meluncurkan dua varian moge terbarunya. Yaitu, Kawasaki ER-6N dan Ninja 650R.

Makin menarik, harga yang akan ditawarkan ke pasaran! Buat ER-6N, cuma dilepas Rp 99 juta (On The Road, Jakarta). Sedang bagi Ninja 650R, sedikit lebih mahal. Tapi, masih di angka Rp 100 jutaan. Tepatnya, Rp 105 juta!

Harga yang ditawarkan, tergolong menarik. Setidaknya sobat yang kepincut ingin punya moge 600cc, keduanya memang bisa jadi pilihan menarik. Apalagi, sodoran harga itu tidak terlalu tinggi jika dibanding moge Jepang 600cc lain. Ya, yang datang lewat Importir Umum (IU).

Sebelum launching, MOTOR Plus diberi kesempatan KMI buat menjajal langsung varian terbaru ini. Sebenarnya, secara spesifikasi keduanya tidak jauh beda. Artinya, antara ER-6N dan Ninja 650R punya basis mesin sama. Termasuk wheelbase dan sasis. Cuma beda nama karena Ninja 650R aplikasi fairing. Pacuan sport berfairing diharuskan mengadopsi nama Ninja oleh Kawasaki di Jepang sono.

Engine 4-tak dua silinder segaris yang diaplikasi ER-6N dan Ninja 650R menyimpan kapasitas silinder murni 649cc. Seiap silinder, dijejali piston 83mm dengan stroke 60mm.

Jadi Ninja 650R karena pakai fairing
Meski dua silinder, karakter engine yang ditawarkan lebih kepada torsi. Torsi maksimum 64 Nm bakal keluar ketika sentuh 7.000 rpm. Tentu berbeda dengan karakter supersports yang cenderung bermain di atas 10.000 rpm. Jadi, buat daily riding atau beraktivitas di perkotaan pun tidak masalah.

Lewat postur tubuh yang 178 cm/64 kg, berkendara ER-6N yang tampil naked, rasanya tidak ada kendala. Begitu juga dengan Ninja 650R. Selain didukung position riding bergaya sport turing, kedua kaki juga bisa menjejak sempurna. Karena tinggi jok ke tanah hanya 805mm.

Apalagi, bobot masih tergolong ringan jika dibandingkan moge supersports. Toh, meski Ninja 650 mengaplikasi fairing pun, perbedaan bobot keduanya tidak jauh berbeda. So, lagi-lagi, kehadiran moge berbanderol Rp 100 jutaan dari Kawasaki ini bisa saja menjawab impian sobat yang rindu akan moge.



Salam OneHeart...

Jumat, 14 Oktober 2011

Komparasi Honda CBR 250R non ABS vs 150R, Beda Karakter!



Honda CBR 250R non Antilock Brake System (ABS) dan CBR 150R cuma terpaut tipis masalah harga. CBR 250R non ABS dilepas Rp 39,9 juta, sedang CB 150R dijual Rp 33 juta. Cuma terpaut Rp 6,9 juta saja.

Jadinya pilih yang mana? Tentunya sesuaikan dengan kebutuhan. Jangan sampai salah pilih lalu menyesal di kemudian hari. Yuk simak ulasannya!

Antara Sporty dan Elegan

Secara bentuk memang bagai pinang di belah dua. Tapi membelah pinangnya besar sebelah ya! Meski mirip, CBR 250R punya dimensi lebih gambot. Ulasan komparasi desain kedua motor ini sudah pernah dikupas pada tulisan sebelumnya.

Perbedaan fitur misalnya aplikasi lampu depan tanpa saklar di CBR 150R, sedang CBR 250R masih pakai saklar. Lalu kunci kontak dan setang dengan pelindung magnet ada pada CBR 150R, di CBR 250R fitur ini nihil.

Pilihan warnanya juga beda. CBR 250R tampil lebih elegan dengan pilihan warna merah, silver dan hitam. Kesemuanya bernuansa metalik dengan paduan warna silver. Sedang CBR 150R punya pilihan warna sporty; merah, hitam dan kombinasi merah-biru-putih.

Handling

Duduk diatas jok kedua motor ini, pasti Honda CBR 150R lebih bersahabat untuk pengendara bertubuh tak terlalu besar. Tinggi joknya hampir sama tapi CBR 250R lebih lebar sehingga kaki harus sedikit lebih dibuka, jadinya kaki harus sedikit menjinjit untuk tinggi pengendara tak lebih dari 165cm.

Handlingnya, CBR 150R dipastikan lebih lincah. Bobotnya lebih ringan, hanya 138 kg, sedang CBR 250R mencapai 161 kg. Belum lagi sumbu roda yang lebih pendek. CBR 250R punya jarak 1.370 mm, CBR 150R hanya 1.310 mm. Meliuk di kemacetan lebih santai, tak perlu tenaga ekstra.

Melibas tikungan CBR 250R lebih mantab. Yang membedakan, suspensi belakang CBR 150R lebih lembut ketimbang CBR 250R. Pantat motor mudah mengayun ketika melibas tikungan dan ada jalanan tak rata.

Akselerasi CBR 250R Lebih Galak

Bicara performa, beda juga karakternya. Kalau yang suka akselerasi dan stop an go pasti bakal lebih kerasan dengan performa mesin 250 cc satu silinder pada CBR 250R. Putaran bawah CBR 250R lebih galak.

Sedang CBR 150R lebih enak di putaran atas. Torsi maksimum 12,66 Nm-nya ada di 8.500 rpm makanya baru enak di 6.000 sampai 7.000 rpm ke atas. Jadi sang pengendara harus pandai-pandai menempatkan gigi sesuai dengan kecepatan dan putaran mesin untuk mendapatkan performa yang mengigit.

Untuk membuktikan tarikan bawah CBR 250R lebih yahud, dilakukan pengetesan dengan menggunakan alat ukur Vericom VC-3000. Untuk mencapai kecepatan dari 0 – 60 km/jam, CBR 150R butuh waktu 4,4 detik. Sedang CBR 250R yang isi silinder lebih besar 100 cc, hanya 3,3 detik.

Satu lagi yang menjadi catatan dalam komparasi ini adalah suhu mesin kedua motor ini selalu stabil. Suhunya tidak pernah lebih dari tiga bar dari total 6 bar pada indikator suhu mesin. Rasanya kipas electric di radiator cukup membantu mendinginkan mesin.

CBR 150R Unggul Konsumsi BBM

Sebelumnya pernah melakukan pengetesan konsumsi BBM sendiri-sendiri, kali ini dibuat bersamaan. Jangan heran kalau hasilnya sedikit berbeda. Menempuh rute yang bervariasi, melalui jalur padat kemacetan dan ketika ketemu jalan lurus yang sepi, motor dipacu maksimal.

Hasilnya, meski sama-sama mengusung sistem injeksi PGM-Fi, CBR 150R lebih unggul dengan 1 liter Pertamax untuk 35 km. Sedang CBR 250R, sedikit lebih haus. Karena 1 liter Pertamax akan habis usai berlari 32 km.


Salam OneHeart...

Kamis, 13 Oktober 2011

Mengenal Honda Variable Ignition Control Pada New Blade 110R



Salah satu fitur unggulan pada Honda New Blade 110R adalah Honda Variable Ignition Control (HVIC). Dengan teknologi ini, Blade baru punya dua mapping pengapian yang berbeda. Nah loh, penasaran kan?

Kita tanya langsung pada ahlinya. "Ya, CDI-nya memiliki dua mapping pengapian yang berbeda sesuai dengan putaran mesin.

Dua mapping pengapian ini bisa dilihat pada grafik diatas. Ada dua garis beda warna. Yang biru adalah mapping low dan yang merah adalah mapping high. Keduanya bekerja dalam kondisi yang berbeda. Perbedaan mapping ini ada pada putaran mesin 2.200 rpm hingga 6.500 rpm.

Saat pengendara agresif membuka dan menutup throttle grip, atau ketika ada perubahan putaran mesin sesaat seperti ketika akselerasi dan deselerasi maka map CDI akan secara otomatis berubah ke high.  Sedang ketika pengendara membuka-tutup throttle grip dengan halus atau berkendara dalam keadaan konstan maka map CDI berpindah ke low.

Hal ini tentu dapat memaksimalkan performa khususnya ketika berakselerasi, sekaligus tetap mempertahankan efisiensi konsumsi bahan bakar ketika motor berlari dalam kecepatan konstan.

Yang menarik adalah, perubahan map ini langsung berdasarkan pada putaran mesin dan dibaca secara electric. Bukan menggunakan sensor mekanis seperti pada Honda Supra X 125 yang masih menggunakan TSS (throtle switch system) di karburator.

"Sudah tidak menggunakan TSS dan sebagai gantinya, map berubah sesuai putaran mesin yang langsung dibaca dari putaran magnet,".

Salam OneHeart...

Rabu, 28 September 2011

Korek Harian Megapro di Techno Motorsport Jogja


Udah lama lagi nih gak update lagi diblog…
Daripada bingung mau nulis apa mending isi Kohar Si blacky kemarin aja deh…hehe
Kenapa memilih di Techno,soalnya nih bengkel sering ikut event kejuaraan dan gak luput dari podium selain gak ragu lagi sama hasilnya,makanya pilih nih bengkel buat garap motorku….
Stage yang aku pilih adalah upgrade kemampuan engine motor, tanpa mengurangi daya tahan, tidak membuat bahan bakar jadi lebih boros, serta legal untuk dipakai di jalan raya. Buatku Cuma motorku bias melaju diatas kecepatan rata-rata dan performa diatas motor standar aja.
Pengerjaan korek harian meliputi revisi porting, seting kompresi dan pembakaran,reamer karbu sehingga menjadikan mesin standar sepeda motor anda menjadi lebih efisien dan powerfull.

Lebih detailnya apa aja yang dikorek motorku dalam jangka 1hari aja…?

_Kompresi awal 9.5 menjadi 10.1
_Main jet 105 mejadi 108
_Lift klep in 7.4mm menjadi 7.8mm
_Lift klep out 7.3mm menjadi 7.5mm
_Durasi Camsaft 262 menjadi 278
_Karburator Ori 24PB direamer menjadi 25.5mm
Begitulah bang Mameh (Bos TECHNO) mengubah spesifikasi Si blacky yang standar menjadi gahar…..haha
Untuk sementara segini aja deh yang diubah….proyek selanajutnya yaitu :
1. ganti knalpot racing biar pembuangan jadi lancer dan suara biar ‘’Wuooooor”….
2. ganti CDI agar Tenaga Kuda dan Rpm meningkat , dengan alternative pake CDI shogun kebo,Rextor atau kalo gak ya BRT 
3. ganti Koil biar Meningkatkan performa mesin untuk pencapaian hasil maksimal dengan alternatif pake  Koil Yamaha YZ 125 atau scorpio
4. ganti Busi dengan platinum vx yang recomended buat harian.
Semuanya butuh nabung yang gak sebentar nih……..huuuuuuu
Tapi dengan hasil yang ku dapat sekarang si blacky udah lumayan kalo diajak ngebut……:D
Gak lupa juga Safety Reading number one.
Nih potret si Blacky waktu digarap……














Motor dirakit ulang, melakukan penyetelan klep berdasarkan in close dan ex open yang tepat. Jetting ulang spuyer, main jet terutama dinaikkan 2 step. Gasss… Si blacky di gigi 5 bisa dengan mudah meraih 145 kpj nih bukan lumayan lagi tapi dah kencang banget buat motor sekelas megapro yang pake ukuran pelek racing tapak lebar yang bisa dibilang berat,dan  menggigit banget tenaganya di gigi 3 yang pindah ke gigi 4  dalam sekejap saja menggapai 100 kpj,dengan puncak rpm 9500rpm, puncak torsi di 6,500 rpm, pasti enak buat di dalam kota-kota, torsi sudah melimpah mulai 3,000 rpm. Cuma akselerasinya lumayan mantap dah gak kalah ama motor 2 tak, buat kampus-----ketempat kerja----pulang kampung (Solo-Jogja)-----kongkow sama teman-temen-----ke rumah teman tapi mesra hihihi------dan tapi sayangnya sampai sekarang belum juga dapetin Pacar yang sesungguhnya….huhuhuu(apa aku mantan playboy)….. gak lah…aku type pria setia kok……ahaha
… oke semua! tampang sangar, lari motor gahar…! Keren…  :D


Salam OneHeart...