Selasa, 15 November 2011

Celah Ring Piston, Tentukan Kompresi



Gap paling ideal antara 0,20~0,32mm diukur pakai fuller gaugge
Mungkin sudah pada tahu kalau piston di dalam silinder mesin 4-tak dilengkapi tiga buah ring. Dua buah ring di bagian atas piston atau seher biasa disebut ring kompresi, sedangkan 1 ring di bawahnya biasa disebut ring oli. Sedangkan di mesin 2-tak hanya ada 2 ring kompresi tanpa ada ring oli.

Lanjut ke mesin 4-tak, dua buah ring kompresi yang ada di atas biasanya memiliki perbedaan bentuk dan ciri. Ring paling atas lebih mengkilap karena dilapis krom, dan bentuk sikunya agak melengkung jika dibanding dengan bentuk ring kedua yang warnanya agak gelap. Sedang bentuk ring ke-3, di bagian tengahnya terdapat beberapa buah lubang ukuran kecil, fungsinya buat penyembur oli ke arah liner silinder.

Hanya saja biar tugas dan fungsi ketiga ring sudah sesuai dengan peruntukan, hasilnya mungkin akan percuma jika terjadi kesalahan waktu proses pemasangan. Terutama saat menentukan celah ketiga ring piston saat akan ditempatkan di dalam liner silinder.

Jika celahnya terlalu sempit saat diukur pakai fuller gauge, kemungkinan besar ring piston bisa ngancing pada saat suhu mesin alami panas tinggi.

“Sebaliknya jika celah terlalu rengang, bisa saja terjadi kebocoran kompresi waktu mesin berputar,” buka Moch. Faisal Hargono (Hargo), kepala instruktur sekolah mekanik HMTC di Bandung.

Makanya biar tidak terjadi seperti itu,  sebelum ketiga ring dipasang ke piston dan dimasukkan liner silinder sebagai bukti piston dapat bekerja dengan baik, saran Hargo ada baiknya ring tanpa piston dimasukkan ke liner lebih dulu untuk memastikan apakah celah ring sudah pas atau ideal. Kemudian didorong piston agar posisi ring jadi lurus.

“Menurut buku panduan, jarak atau celah gap ring paling ideal saat ditempatkan di lubang liner jaraknya sekitar 0,20 mm~0,32mm. Celah itu diukur pakai alat khusus bernama fuller gaugge, yang proses ukurnya dengan cara diselipkan di celah ring ketika posisinya benar-benar rata,” imbuh Hargo dari Jl. Cibaduyut Raya, Gg, Siti Mardiyah, No. 6, Bandung.

Tapi, jika jaraknya sudah melebihi dari angka 0,50mm, artinya ring piston tadi sudah aus  dan harus segera diganti baru. Sebaliknya jika celah kurang dari 0,20mm saat dipasang di liner. Maka salah satu ujung ring masih bisa dikikis pakai kikir rata sampai celah dirasa pas.

Jarak ring bebas turut punya andil
Selain ukur celah ring piston, kemampuan ring piston juga dapat dilacak waktu komponen vital ini sedang bebas atau tidak ada tekanan. Jika ukurannya mengecil dari standar saat diukur pakai jangka sorong, artinya ring piston sudah mulai lemas atau gaya pegasnya mulai menurun. Kompresi pun rawan bocor.

Sebagai contoh kalau ring piston ke-1 motor Suzuki Thunder 125 jarak awalnya dari 7,2mm jadi 5,6mm, lalu ring ke-2 dari 5,8mm jadi 4,8mm, sudah pasti daya tekan ring ke dinding liner akan sudah mulai melemah.

“Tapi, selain ukuran celah dan jarak ring waktu bebas, kemampuan ring pun juga ditentukan saat proses pemasangannya. Penempatan ketiga ring di piston posisinya juga harus berbentuk segitiga. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan terjadinya kebocoran kompresi,” ingatnya.


Salam OneHeart...  


Minggu, 13 November 2011

Jurus Asyik Bikin Awet Laher



Laher cepat rusak tergantung perlakuan
Bagaimana pun hebat dan durability laher bisa dipakai, kalau salah satu bagian terkikis idealnya ganti baru. Namun yang membuat bearing tahan lama dan tidak cepat terkikis, tergantung perlakuan bantalan gelinding itu.

Berikut beberapa contoh penyebab kerusakan laher baik baru atau sudah lama. Seperti pemasangan yang salah menyebabkan cepat rusak.

“Karena begitu ada kekerasan (pukulan) yang tidak seirama pada cincin luar dan dalam, clearance yang dimiliki laher tidak lagi rata. Sehingga bola-bola leher yang mestinya bergelinding ideal, jadi rusak lantaran gesekan gak seirama,” terang Hendra Surya, chief instruktur sekolah mekanik HMTC (Hartomo Mechanical Training Centre) cabang Jogja.

Lalu kurang pelumas. Demi kelancaran laher bekerja, pelumas memang sangat diperlukan untuk meredam panas dan gesekan.

Juga hati-hati kala beli laher baru. Pastikan ukuran yang tertera di cincin laher sama dengan laher pengganti. Sebab bila salah, kemungkinan terjadi beban awal berlebih sangat memungkinkan. Maksudnya ketika memasang bearing bisa dipaksakan karena ukuran yang kelewat besar misalnya.

Tak dapat dipungkiri laher cepat rusak akibat trek banyak lubang. Beban yang diterima roda dan berpusat di laher akan menekan cincin laher saat melintas jalan rusak. Meminimalkan bearing rusak, hati-hati pilih jalur.

“Kalau sempat, ganti laher baru lebih awal guna menghindari cepat rusak,” imbuh brother tugas di Jl. Sisingamangaraja, Karangkajen, No. 72, Jogja. Telepon (0274) 9310068.

Terakhir, khusus laher yang berada di luar mesin. Biar tidak cepat dihingapi debu, geram dan air, pastikan laher yang dipakai model tertutup pelat besi atau berbahan karet.


Salam OneHeart...  

Sabtu, 12 November 2011

Trik Pasang Pelat Kopling, Cegah Cepat Aus


 
Kampas kopling cepat aus bukan cuma dari kualitas oli atau pemakaian kasar. Yang lebih penting saat melakukan pengaturan posisi pasang pelat kopling terhadap kampas.

Jika terjadi kesalahan biasanya permukaan kampas cepat terkikis dan berpengaruh ke tenaga. Hal itu disebabkan bentuk lingkar luar pelat kopling berbeda, hingga berisiko menggerus kampas saat kopling bekerja.

Bisa dilihat lingkar luar pelat yang satu sisinya agak bundar, sedang bagian sisi sebelahnya siku juga lebih tajam. Jika pemasangan pelat ada yang terbalik atau susunannya sembarang.

Bagian yang siku dan tajam dengan mudah memangkas permukaan kampas. Terlebih jika bagian itu berhadapan dan saat kopling dalam posisi bebas. Tak ayal pelat berputar di antara kampas kopling pula ikut mengkikis.

Supaya gak boros kampas kopling, berikut petunjuk cara pasang kampas dan pelat kopling yang benar. Susunan arah pemasangan pelat, mau arahnya semua ke dalam atau keluar bisa saja. Yang enggak boleh itu, bagian yang siku dan tajam atau bundar tidak boleh saling berhadapan satu sama lain.

Misal, urutan pemasangan pertama, kampas dimasukkan ke rumah kopling. Lalu diikuti penataan pelat yang bagian lingkar luarnya siku dan tajam arahnya ke dalam. Silakan lakukan hal yang sama sampai semua peranti tadi sudah kemblai tersusun seperti sedia kala.


Salam OneHeart...  

Mengenal Rasio Rocker Arm, Berhubungan Erat Dengan Lift


 
Kalau kita perhatikan rocker arm, ada bagian yang menyentuh kem dan ada pula yang menyentuh batang klep. Untuk selanjutnya, kita sebut bagian ini lengan.

Lengan yang menyentuh klep dan lengan yang menyentuh kem beda di soal ukuran panjang. Bisa dipastikan, lengan yang menyentuh klep lebih panjang ukurannya. 

Lengan yang panjang dibagi yang lengan pendek dikasih nama rasio. Makin besar rasionya, akan semakin besar juga pengaruhnya terhadap lift kem.

Setiap merek atau tipe motor tertentu berbeda di soal rasio. Misalnya pelatuk Honda Blade rasionya 1,5. Ini akan lebih tinggi pengaruhnya terhadap lift dibanding pelatuk yang punya rasio 1,3.

Untuk bebek atau skubek Yamaha memang punya rasio yang lebih kecil, yaitu 1,3. Makanya kalau bikin kem agar punya lift tinggi, benjolannya harus lebih tinggi juga.


Salam OneHeart...  


Jumat, 11 November 2011

Mengenal EXlink, Teknologi Mesin Honda Dengan Langkah Beda


Perbandingan langkah isap mesin EXlink dan konvensional



Ini terobosan Honda yang bakal bikin dunia motor gempar. Mereka bikin mesin amat efisien mengisap bahan bakar. Namanya teknologi Extended Expansion Linkage Engine, disingkat EXlink.

Teknologi ini terinspirasi teori siklus mesin Atkinson yang dirilis 130 tahun lalu. Mesin 4 langkah EXlink terbilang unik. Karena, langkah tenaga (power stroke/PS) dan langkah pembunganan gas (exhust stroke/ES) menjadi lebih panjang 1,4 kali dari langkah isap (intake stroke/IS) dan langkah kompresi (compression stroke/CS).

Teknologi ini pakai 2 setang piston (connecting rod). Satu setang piston fungsinya normal. Ia menggerakkan piston naik-turun di silinder. Uniknya, setang ini terikat pada sumbu kruk-as pertama dan juga terhubung dengan setang lainnya yang disebut Swing Rod (SR). Penghubung setang pertama dengan SR adalah Trigonal Link (TL). Gerak setang piston kedua diatur kruk as kedua yang disebut Eccentric Shaft (ES).

Perbandingan langkah tenaga mesin EXlink dengan mesin konvensional(kiri). Komponen di dalam mesin EXlink(kanan)
Untuk lebih jelasnya, mekanisme EXlink ini diawali dari gerak ES. ES memutar SR. Lalu, SR menggerakkan TL. Karena bentuknya trigonal, hasilnya gerak setang piston pertama saat PS dan ES jadi lebih panjang dari saat IS dan CS.

Alhasil, proses pembakaran dan pembuangan pada mesin EXlink lebih sempurna dibanding mesin konvensional. Sebab, bahan bakar yang terisap ke ruang bakar akan habis terbakar dan terbuang bersih. Minusnya, dengan komponen tambahan tadi, gesekan di dalam ruang bakar jadi lebih banyak. Toh, sisi negatif gesekan tadi bisa ditutupi tenaga lebih yang dihasilkan.

Belum disebutkan, teknologi ini akan diterapkan di mesin atau motor Honda. Tapi, pasti bagus jika diproduksi massal.


Salam OneHeart...