THIS IS MY LIFE ™ MY LIFE IS MY ADVENTURE ™ MY ADVENTURE IS MY WAY ™ MY WAY IS MECHANICAL ENGINEERING
Senin, 10 September 2012
Rabu, 07 Maret 2012
Bikin Velg Jari-jari Untuk Ban Tubeless
Buat anda penggemar modifikasi motor. Penggunaan ban
tubeless biasanya hanya diaplikasikan pada velg palang atau castwheel karena
konturnya yang padat dan tanpa celah. Sehingga memungkinkan menggunakan ban
luar tanpa harus pengaplikasikan ban dalam lagi.
Jadi, jelas tidak mungkin jika velg jari-jari mengaplikasikan ban tubeless. Karena pada nipple jari-jari jelas menyisakan lubang yang mudah dilalui udara.
Nah, mungkin Anda sering bertanya-tanya karena saat ini banyak motor yang menggunakan velg jari-jari tapi ban yang digunakan adalah jenis tubeless. Khususnya motor-motor yang sisebut sebagai supermoto.
Kok bisa sih?
Ok, yuk kita pelajari bagaimana rumah modifikasi mengaplikasikan ban tubeless pada velg jari-jari.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah cuci seluruh bagian velg dengan carian sabun dan bilas dengan air bersih, agar sisi bagian dalam velg tidak ada debu, oli atau minyak yang menempel untuk menghindari lapisan penutup lubang yang digunakan mengelupas.
Setelah kering dan pastikan sudah bersih dari debu dan minyak, tetesi Loctite di seluruh sela nipple jari-jari hingga merata agar nipple menempel pada tapakan velg.

Usai melumuri seluruh nipple jari-jari dengan Loctite hingga kering, gunakan Sikaflex 221 untuk menutupi seluruh tapakan velg bagian dalam khususnya bagian nipple jari-jari agar tak ada celah atau lubang. Pastikan penggunaan Sikaflex 221 merata pada seluruh velg bagian dalam dan pusatkan pada bagian nipple jari-jari.
Lantas diamkan velg yang telah dilumuri Sikaflex paling tidak selama 24 jam agar benar-benar kering. Bisa juga menggunakan pemanas agar lebih cepat kering. Namun lebih baik tunggu setelah 24 jam agar benar-benar kering dan melekat di velg.
Jadi, jelas tidak mungkin jika velg jari-jari mengaplikasikan ban tubeless. Karena pada nipple jari-jari jelas menyisakan lubang yang mudah dilalui udara.
Nah, mungkin Anda sering bertanya-tanya karena saat ini banyak motor yang menggunakan velg jari-jari tapi ban yang digunakan adalah jenis tubeless. Khususnya motor-motor yang sisebut sebagai supermoto.
Kok bisa sih?
Ok, yuk kita pelajari bagaimana rumah modifikasi mengaplikasikan ban tubeless pada velg jari-jari.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah cuci seluruh bagian velg dengan carian sabun dan bilas dengan air bersih, agar sisi bagian dalam velg tidak ada debu, oli atau minyak yang menempel untuk menghindari lapisan penutup lubang yang digunakan mengelupas.
Setelah kering dan pastikan sudah bersih dari debu dan minyak, tetesi Loctite di seluruh sela nipple jari-jari hingga merata agar nipple menempel pada tapakan velg.
Usai melumuri seluruh nipple jari-jari dengan Loctite hingga kering, gunakan Sikaflex 221 untuk menutupi seluruh tapakan velg bagian dalam khususnya bagian nipple jari-jari agar tak ada celah atau lubang. Pastikan penggunaan Sikaflex 221 merata pada seluruh velg bagian dalam dan pusatkan pada bagian nipple jari-jari.
Lantas diamkan velg yang telah dilumuri Sikaflex paling tidak selama 24 jam agar benar-benar kering. Bisa juga menggunakan pemanas agar lebih cepat kering. Namun lebih baik tunggu setelah 24 jam agar benar-benar kering dan melekat di velg.
Langkah terakhir, lapisi velg yang telah dilumuri Sikaflex
dengan Silicone Glass Sealant atau yang biasa digunakan untuk mengelem kaca.
Lakukan pelapisan Silicon glass secara bertahap setiap 10 cm dan terus
dilakukan langkah yang sama hingga seluruh velg bagian dalam terlapisi Silicon
Glass dan diamkan hingga kering paling tidak selama 2 hari.
Yang perlu diperhatikan saat pengaplikasian Sikaflex dan Silicon Glass adalah bagian ujung atau sisi velg yang dilapisi. Karena jika sedikit saja ada celah, sudah pasti velg tersebut tak bisa digunakan untuk ban tubeless.
Penggunaan Sikasflex untuk velg berukuran 3.5 – 5 inch bisa menghabiskan 2 – 5 tabung Sikaflex 221. Begitu juga dengan penggunaan Silicon Glass Sealant.
Jika pembuatan velg tubeless jari-jari di bengkel, paling tidak konsumen harus merogoh kocek hingga Rp 450 ribu. Tapi semua tergantung ukuran velg yang digunakan, makin besar dan lebar velg nya, makin mahal pula biaya yang dikeluarkan.
Yang perlu diperhatikan saat pengaplikasian Sikaflex dan Silicon Glass adalah bagian ujung atau sisi velg yang dilapisi. Karena jika sedikit saja ada celah, sudah pasti velg tersebut tak bisa digunakan untuk ban tubeless.
Penggunaan Sikasflex untuk velg berukuran 3.5 – 5 inch bisa menghabiskan 2 – 5 tabung Sikaflex 221. Begitu juga dengan penggunaan Silicon Glass Sealant.
Jika pembuatan velg tubeless jari-jari di bengkel, paling tidak konsumen harus merogoh kocek hingga Rp 450 ribu. Tapi semua tergantung ukuran velg yang digunakan, makin besar dan lebar velg nya, makin mahal pula biaya yang dikeluarkan.
Senin, 20 Februari 2012
Kamis, 24 November 2011
Dengarkan tarikannya.....!
Salam OneHeart...
Minggu, 20 November 2011
Nih, Rumus Atur Kerenggangan Klep Honda CBR250R
Ukur celah klep dengan filler gauge, celah klep In normal adalah 0,16 mm dan Ex 0,27 dengan toleransi 0,03mm
Kemarin sudah dibahas cara lepas shim pada Honda CBR 250R, mudah
kan? Enggak perlu lepas camshaft! Sesuai kegunaanya, kerenggangan atau
celah klep pada mesin DOHC (Double Overhead Camshaft) ditentukan oleh
shim.Shim berfungsi sebagai perantara antara klep dengan mekanisme lobe camshaft atau pada CBR 250R dengan rocker arm. Seiring penggunaan, shim pun bisa aus dan menjadi tipis. Kalau sudah tipis artinya celah klep makin renggang. Mau enggak mau harus dikembalikan ke kondisi standar.
Kali ini kita bahas langkah mengatur celah klep pada Honda CBR 250R. Caranya mudah, pertama buka cover kepala silinder setelah sebelumnya didahului dengan membuka fairing dan tanki. Setelah semua terbuka, putar magnet posisikan piston pada titik mati atas.
Setelah itu ambil filler gauge lalu ukur celah klep. Klep In normal adalah 0,16 mm dan Ex 0,27 dengan toleransi 0,03mm. "Kalau sudah melebihi toleransi, harus ganti shim,".
Kalau memang sudah jelas melebihi batas toleransi dan harus ganti, maka segeralah melepas shim. Caranya kan sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya.
"Tapi shim satu sama lain jangan sampai tertukar karena ukurannya berbeda,". Setelah dilepas segera beri tanda, mana yang shim klep In dan klep Ex.
Kode ketebalan shim ada di tabel sebelah kiri. Melepas shim dari tempatnya harus menggunakan magnet.
Perbedaan ukuran ini salah satunya dikarena proses produksi.
Tingkat keausan shim juga berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dalam
tabel shim Honda CBR 250R ada 69 ukuran dengan ketebalan shim 1,2 mm
hingga 2,9 mm dengan perbedaan tiap ukuran adalah 0,025mm. Lalu bagaimana caranya memilih satu dari 69 pilihan shim tadi? Agar benar-benar presisi, butuh rumus untuk menentukan shim baru. Rumus yang dipakai adalah A=(B-C)+D.
A adalah ketebalan shim baru, B adalah hasil ukur valve clereance, C adalah spesifikasi valve clereance dalam kondisi standar dan terakhir D adalah ketebalan shim lama yang diukur dengan micrometer.
Misalnya celah di salah satu klep In adalah 0,27 mm, clereance standar 0,16 mm dan ketebalan shim lama yang hendak diganti adalah 2,12 mm. Maka A = (0,27-0,16)+2.12, A = 2,23mm, yang artinya kode shim baru adalah 223. Tapi kalau tidak ada, bisa menggunakan kode yang paling dekat, yaitu 222.
Mudah kan? kalau sudah ketemu shim yang baru tinggal pasang dan rakit kembali kepala silinder. Honda menganjurkan pengecekan celah klep ini dilakukan pada 10 ribu kilometer pertama dan pengecekan berikutnya tiap 20 ribu kilometer. Wah, hampir tanpa perawatan ya!
Salam OneHeart...
Langganan:
Postingan (Atom)







